sponsor

sponsor

Slider

layananView All

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

JASA PASANG LISTRIK PLN DI PEMALANG



Produk
Yang Ingin Pasang Listrik PLN Baru, Pindahan, Tambah Daya, Pemasangan Instalasi Listrik Untuk Rumah, Kos, Kontrakan, Ruko, Tempat Usaha Lainnya, Gardu BTS dll...

Segera Hubungi Kami !! 

Sudah Lebih dari 10 tahun Pengalaman Kami di Bidang Listrik dan Instalasi PLN



Area Layanan: Pemalang, (Silahkan konfirmasi untuk Area lainnya




Alamat
Nama Toko :
Nama Pemilik :
Bapak Junet
Hp. 085865200165
Pin BB. 

Web : 

Alamat : Jl. Raya kertosari Desa kertosari




BELI

JUAL IKAN HIAS DI PEMALANG

HUB PENJUAL


Produk
Ikan hias yang kami jual adalah ikan pilihan berkualitas unggul dan telah melalui proses seleksi breding yang ketat. Menyangkut kualitas warna juga tidak perlu diragukan lagi karena bibit ikan yang kami jual sudah melalui tahap sortir warna dan pola.

Silahkan call/sms : 08xxxxxx


Alamat
Nama Toko : ANEKA BURUNG
Nama Pemilik : 
kasino
Hp. 08xxxxx
Pin BB. xxxxx

Web : www.xxxxxx.com

Alamat : Jl. Raya  




BELI

Pilkades 2016 di Pemalang Akan Laksanakan Secara E-Voting

Pemalang-Cakrawalaonline,  Menurut Penuturan Kabag. Tata Pemerintahan pada Setda. Kabupaten Pemalang, Wahyu Sukarno Adi Putra, bahwa dalam Pilkades mendatang akan dilaksanakan secara E-Voting. “Sekitar bulan
September-Oktober(2016) nanti, Pilkades dilakukan secara E-Voting…,” Ungkapnya pada cakrawaonline. Lebih lanjut, Wahyu menyatakan sebanyak 11 desa akan mengadakan Pemilihan Kepala Desa-nya secara Elektronik.
“Antara lain : Desa Warungpring Kecamatan Warungpring, Desa Karangsari
Kecamatan Pulosari, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul, Desa Beluk
Kecamatan Belik, Desa Banjar Anyar Kecamatan Randudongkal, Desa Jebed Utara Kecamatan Taman, Desa Pegundan Kecamatan Petarukan, Desa Kertosari Kecamatan Ulujami, Desa Ujung Gede Kecamatan Ampelgading, Desa Kelang Depok dan Desa Jatirejo Kecamatan Bodeh…,” Bebernya. (Reporter : Slamet SBL).

pemalang

Polwan Polres Pemalang Tangkap Bandar Narkoba

Tribratanewsjateng –  Sat Res Narkoba Polres Pemalang Senin (15/2), berhasil ungkap dan tangkap bandar Narkoba penyuplai jalur pantura Kendal sampai Cirebon.  Penangkapan terhadap seorang bandar sabu – sabu berkelamin perempuan nama EI (46 th) warga Kedungpane Rt 03 Rw 05 Semarang dilakukan di Hotel Regina Pemalang, setelah melalui serangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh Polwan dengan menyamar sebagai pembeli barang haram tersebut, berhasil mulus tanpa perlawanan dan melibatkan beberapa personel Polwan Polres Pemalang.Berawal dari penangkapan terhadap 7 orang pengguna sabu – sabu oleh Sat Narkoba Pemalang Selasa (19/1) di Pagergunung – Ulujami, antara lain : RM als J (19), HP als K (23), ES als B (21), FP (21), AR (22) dan EY (23), serta pengembangan pemeriksaan terhadap seorang lagi  pemakai sabu – sabu MK (40) warga Wanarejan Selatan yang tertangkap pada Jum’at (12/2).Petugas berhasil mengembangkan dan pada awalnya menangkap  2 (dua) orang bandar Narkoba yakni AD (35) dirumahnya Perum Saphire Beji dan U als. Y als. H (39) juga ditangkap di rumahnya di Perum Jeruk Sampangan – Pekalongan Timur.Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa kedua bandar tersebut merupakan penyuplai wilayah Kendal, Batang, Pekalongan dan Pemalang, adapun sabu – sabu dimaksud diperoleh membeli dari seorang dengan inisial “ I “ merupakan Napi kasus Narkoba di LP Nusakambangan, dan membeli dari bandar seorang perempuan nama EI (40) alamat Kedungpane – Semarang.Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda, S.H., S.I.K., melalui Wakapolres Kompol Prawoko, S.E., menegaskan bahwa dari penangkapan terhadap 7 (tujuh) pemakai dan 2 (dua) orang bandar diatas, kemudian petugas berhasil menangkap seorang bandar lainnya lagi yaitu EI.Proses penangkapan diawali dengan penyamaran oleh Polwan yang memesan sabu – sabu dan mengarahkan tempat untuk bertransaksi yaitu di Hotel Regina. Setelah sepakat dan EI yang telah memboking kamar 121 Hotel Regina, lalu menghubungi petugas yang menyamar, maka langsung dilakukan penggrebekan dengan melibatkan beberapa personel Polwan. EI berhasil ditangkap tanpa perlawanan dan dari tanganya berhasil disita barang bukti berupa : dua paket sabu – satu masing – masing seberat 0,68 gram dan 0,84 gram, Dua HP berikut Sim Card, Timbangan digital, Bong sabu dan Satu Unit Sedan“Dari pengakuan tersangka bahwa yang bersangkutan merupakan penyuplai sabu – sabu wilayah pantura dari Kendal sampai Cirebon, dan memperoleh Narkotika jenis sabu dari Napi di Nusakambangan dan bandar besar dengan inisial M di Apartemen Mediterania Jakarta,” ucap Prawoko.Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal Pemakai dijerat dengan Pasal : 127 ayat  (1) huruf a UURI No. 35 Tahun 2009 tentang NNARKOTIKA dengan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun, dan Bandar dijerat dengan pasal : 114 ayat (1) UURI Nomor. : 35 Tahun 2009 tentang NARKOTIKA, dengan sanksi pidana : dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit  Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).Guna kelancaran proses penyidikan / pengembangan pemeriksaan, seluruh tersangka di tahan di Rutan Polres Pemalang.

Jateng


Sejarah Pemalang

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram.
Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Aria Pangiri.
Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).
Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.
Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.
Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog Uan 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Uan Den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.
Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.
Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan).
Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan Jogio sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.
Dengan demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif Pemerintahan Kabupaten Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk birokratif kolonial yang berbau feodalistik menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan dimasa sekarang.
Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk rnemperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.
Penetapan hari jadi ini dapat dihubungkan pula dengan tanggal pernyataan Pangeran Diponegoro mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823.
Namun berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang Hari Jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575. Bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang.
Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkolo “Lunguding Sabdo Wangsiting Gusti” yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751.
Sedangkan tahun 1496 je diwujudkan dengan Candra Sengkala “Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal” yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.
Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah “Pancasila Kaloka Panduning Nagari” dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751(*)

PEGADAIAN DI PEMALANG

MISI:
  1. Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.
  2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
  3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya.
Syarat
Untuk melakukan gadai emas ini, maka syarat yang diperlukan tentunya adalah:
  1. Anda membawa EMAS yang mau digadaikan
  2. Anda membaca fotocopy identitas diri yaitu foto copy KTP.


Perusahaan Umum  Pegadaian
Alamat: Jl Jend Sudirman 185
Kota: Pemalang
Kode pos: 52300
Nomor Telepon: 0284 321367


PT Pegadaian (Persero)
JenisBUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasaJasa Keuangan
Didirikan01 April 1901 di Sukabumi,Hindia-Belanda
Kantor pusatJakartaJakartaIndonesia
Daerah layananSeluruh Indonesia
Tokoh pentingriswinandi (Direktur Utama)
ProdukKonvensional: KCA, Kreasi, Krasida, Krista, Kucica, Investa
Syariah: Rahn, Arrum, Mulia
PemilikPemerintah Indonesia
SloganMengatasi Masalah Tanpa Masalah
Situs webwww.pegadaian.co.id

xxx