sponsor

sponsor

Slider

layananView All

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

Mangga Arum Manis Pemalang

Kabupaten Pemalang mempunyai letak geografis pantai, daratan dan dataran tinggi, hampir disepanjang Pantura tanaman mangga dibudidayakan sebagai mata pencaharian petani. Pada umumnya petani mangga dalam budidaya tanaman mangga hanya berfikir memberikan pupuk perangsang bunga dan buah serta penyemprotan untuk penanganan hama dan penyakit, dampak dari pemberian zat pengatur tumbuh/paclobrutazol setahun dua kali dengan dosis penggunaan semakin tinggi mengakibatkan fisik tanaman mangga semakin kesini semakin sakit/tidak sehat batang, cabang tanaman semakin kering daun  menyempit, buah mengecil, rasa aroma dan tingkat kemanisan buah berkurang.
Solusi untuk mengembalikan fisik tanaman mangga sehat kembali jalan satu-satunya menggunakan bahan-bahan alami (pupuk organik). Secara alamiah mangga aromanis Pemalang mempunyai keunikan khususnya pada rasa aroma,  tingkat kemanisan dan keawetan buah. Cara memakan buah mangga arum manis Pemalang seperti halnya memakan buah Alpukat.

SMAN 1 PEMALANG MENYELENGGARAKAN UNBK TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SMAN 1 Pemalang pada tahun pelajaran 2015/2016 ini menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau CBT (Computer Based Test) untuk kali yang pertama. Peserta UNBK yang berjumlah 398 siswa adalah Kelas XII dengan rincian 28 siswa Prgram Bahasa dan Budaya (BB), 262 siswa Program Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan 108 siswa Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
UNBK yang diselenggaran mulai hari Senin 4 April sampai dengan Kamis 7 April kemudian dilanjutkan lagi Senin 11 April sampai dengan Selasa 12 April 2016 itu meliputi 6 mata pelajaran pada masing-masing program. Jadwal ujian disusun dengan ketentuan satu hari hanya satu mata pelajaran yang diujikan dan siswa dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama pukul 07.30 – 09.30, sesi kedua pukul 10.30 – 12.30 dan sesi ketiga pukul 14.00 -14.00. “Dengan UNBK ini siswa diuntungkan karena siswa lebih fokus, siswa hanya mengerjakan satu mata pelajaran atau mata ujian perharinya” demikian kata Kepala Sekolah pada suatu kesempatan. Dalam satu ruang UNBK diawasi oleh satu orang pengawas, satu orang proktor dan seorang teknisi dengan tugas masing-masing.
Untuk kelancaran penyelenggaraan UNBK sekolah telah mengadakan try out, simulasi dan gladi bersih yang diikuti oleh seluruh siswa.
Dengan UNBK siswa lebih fokus ke materi soal yang ada di screen pada komputer masing-masing. Siswa tidak terpengaruh untuk melihat ke pekerjaan temannya karena nomor item soal yang dihadapi berbeda di antara para siswa.
Semoga program UNBK ini bisa berjalan dengan lancar dan berhasil baik dalam proses kegiatan maupun hasil dicapai siswa. (gnd).

pemalang

Nanas madu pemalang

Dari sebuah tanaman kini menjadi sentra nanas seluas 686 ha.
Jalan setapak beraspal yang lebarnya hanya 2 m itu menuju ke arah bukit. Di kanan dan kiri jalan tampak hamparan tanaman nanas Ananas comosus. Saking banyaknya populasi nanas, hampir tak sedikit pun permukaan tanah yang terlihat karena terhalang tajuk tanaman anggota famili Bromeliaceae itu. Itulah panorama di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, 40 kilometer dari ibukota kabupaten. Nanas itu tumbuh di bawah naungan pohon sengon. Pada beberapa tanaman nanas tampak menyembul buah di sela-sela daun. Sebagian besar buah masih muda.
Di lahan milik Salid, terhampar tanaman siap panen sekitar 4 hari lagi. Warna buah mulai terlihat semburat kuning. Ukuran nanas tergolong mungil dengan tinggi dari pangkal buah hingga pangkal mahkota hanya sekitar 10 cm. Salid lalu memotong pangkal buah salah satu tanaman, lalu mengupasnya. Begitu dicicip rasanya manis menyegarkan. Pada refraktrometer atau alat pengukur tingkat kemanisan tertera angka 17,8o briks. Itu jauh lebih manis ketimbang nanas biasa yang hanya 8—11o briks.
“Oleh karena itu nanas itu di Pemalang kerap disebut nanas madu,” kata penyuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Belik, Sri Harsono. Yang istimewa, menyantap nanas itu tidak meninggalkan rasa gatal di mulut meski buah baru dipanen dan tanpa dicuci air garam.  Menurut kepala seksi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang, Muslam Wahadi, nanas madu yang dibudidayakan di Pemalang itu sebetulnya berasal dari Bogor, Provinsi Jawa Barat. “Seorang tokoh masyarakat membawa nanas itu dari Bogor pada 1955,” kata Muslam.
 Queen
Menurut kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, jika nanas itu dari Bogor, maka kemungkinan itu adalah nanas jenis queen berukuran kecil yang rasanya memang manis. Sang tokoh itu lalu menanam mahkotanya di pekarangan rumah. Karena buahnya berasa manis, maka semakin banyak warga sekitar yang tertarik untuk menanam. Sri Harsono menuturkan penanaman nanas madu itu mulai meluas pada 1982. “Ketika itu ada program agroforestri untuk memanfaatkan lahan di kawasan hutan,” ujarnya.
Di Kecamatan Belik penanaman nanas memanfaatkan lahan di bawah naungan sengon. “Di kecamatan lain ada yang menanam nanas di bawah naungan cengkih,” katanya. Budidaya nanas menarik minat pekebun lantaran memberi keuntungan ekonomi relatif tinggi. Salid, contohnya, tertarik mengebunkan nanas karena lebih menguntungkan ketimbang menanam padi. Sebelumnya pria kelahiran 1961 itu menanam padi tadah hujan di lahan 5.000 m2.
Karena dibudidayakan secara tadah hujan, maka produktivitas padi rendah, hanya 3 ton. Dari lahan seluas itu ia hanya memperoleh pendapatan Rp6-juta per musim tanam selama 4 bulan. Setelah dikurangi biaya produksi Rp3-juta, ia hanya memperoleh laba Rp3-juta. Dalam setahun ia dua kali menanam padi sehingga total laba Rp6-juta per tahun. Sementara dari lahan sama, ia memperoleh pendapatan Rp20-juta dari budidaya nanas.

Organik
Karena mengebunkan nanas lebih menguntungkan, ia pun mampu mengebunkan hingga 1,5 ha. Dari luasan itu ia memanen 20.000 buah nanas per ha. Dari jumlah panen itu 75% di antaranya tergolong grade A: berbobot 700—800 g per buah. Harga jualnya mencapai Rp2.300—Rp2.500 per buah. Sisanya grade B—bobot buah 500—690 g per buah—dengan harga jual Rp1.500 per buah.
Total jenderal pendapatan rata-rata Salid Rp40-juta per ha per sekali panen dalam  12 bulan. Sementara biaya produksi menanam nanas Rp20-juta pada saat awal tanam. Biaya produksi saat awal tanam cukup mahal karena Salid harus mengeluarkan biaya untuk pembelian bibit. “Harga bibit Rp150 per anakan,” ujar salah satu anggota Kelompok Tani Sumber Nanas itu. Dalam
1 ha membutuhkan 20.000 bibit. Selanjutnya Salid hanya mengeluarkan biaya Rp2-juta—Rp3-juta per ha per tahun. Biaya perawatan lanjutan lebih murah karena Salid hanya merawat anakan baru yang muncul.
Salid juga membudidayakan nanas secara organik. Sebagai sumber nutrisi ia hanya mengandalkan pupuk kandang dan daun nanas hasil rompesan. Kebutuhan pupuk kandang hanya 15 ton per ha yang diberikan 2 kali setahun. Untuk merangsang berbuah ia meneteskan 50 ml larutan etilen per tanaman berumur 10 bulan pascatanam bila penanaman baru. Selanjutnya anakan bisa ditetesi etilan pada umur 6 bulan sejak muncul anakan.
Tanaman biasanya mulai berbunga 2—4 pekan setelah perlakuan dan 6 bulan kemudian panen. Salid panen perdana nanas saat tanaman berumur 20 bulan setelah tanam dengan bibit asal anakan. Setelah itu ia panen nanas setiap 12 bulan dari anakan baru yang tumbuh dari tanaman yang sudah panen. Begitu seterusnya. “Dalam satu rumpun bisa tumbuh hingga 10—15 tanaman,” kata Salid.

Terus bertambah
Karena dianggap lebih menguntungkan, maka jumlah pekebun nanas di Kabupaten Pemalang terus bertambah. Hingga kini jumlah pekebun sekitar 300 orang dengan total area tanam nanas mencapai 686 ha yang tersebar di 3 kecamatan: Belik, Moga, dan Pulosari. “Yang terluas di Kecamatan Belik,” ujar Muslam. Dari luas areal tanam itu jumlah produksi nanas madu mencapai 6.880 ton per tahun.
Karena rasa buahnya yang manis, nanas madu asal Pemalang pun kini mulai sohor di tanahair. Permintaan pasar mengalir dari beberapa pasar swalayan besar di Jakarta dan Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, untuk nanas grade A. Sementara grade B dijual ke pasar tradisional di Cirebon.  “Saat ini bahkan ada permintaan dari Arab Saudi mencapai 10.000 buah per sekali kirim. Tapi belum berjalan karena belum ada kesepakatan harga,” ujar Sri Harsono.
Untuk mempermudah akses ke kebun saat panen, pemerintah Kabupaten Pemalang membangun jalan aspal yang menghubungkan jalan raya ke area kebun sepanjang 2 km. “Dahulu untuk mengangkut hasil panen harus dipikul dari kebun ke jalan raya,” ujar Sri Harsono. Sekali pikul 50—60 buah. Jika panen 3.000 buah perlu tenaga angkut 5 orang dalam sehari. “Sekarang bisa menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen,” katanya. (Imam Wiguna/Peliput: Kartika Restu Susilo)

Waspadai Modus Pengemis Berikut Ini

Fenomena pengemis sudah marak terjadi di kota-kota besar. Biasanya para pengemis itu datang dari daerah-daerah dan tidak memiliki pekerjaan di kota, sehingga mereka mengemis. Tapi ada juga yang datang dari daerah dan memang sengaja mengemis di kota.
Sekarang, pemerintah sudah memberi larangan untuk tidak memberi uang pada pengemis. Hal ini agar para pengemis itu tidak malas dan hanya meminta saja. Juga karena adanya banyak penipuan yang dilakukan para pengemis agar mendapatkan belas kasihan dari orang lain.

Peresmian Pos Polisi Air Pantai Kaliprau



DSC_0122
Minggu Pagi (14/02) sekitar pukul 10.00 pos polisi air Pantai Kaliprau secara sah diresmikan oleh Bapak Kapolres Pemalang, Kingkin Winisuda, SH, S.I.K. Acara tersebut dihadiri pula oleh para perwira dari Polres Pemalang, jajaran Polisi Air Pemalang, provost TNI, Bapak Suherman selaku Camat Ulujami, Bapak Casroni S.Psi selaku Kepala Desa Kaliprau, beberapa Kepala Desa lain, jajaran POKDARWIS Pantai Kaliprau, serta Tim I KKN UNDIP 2016 Desa Kaliprau.
DSC_0044
DSC_0188
DSC_0096
DSC_0088
Respon dan tanggapan positif pun mulai muncul dari berbagai pihak pada acara peresmian tersebut. “Saya harap pos polisi air ini tidak hanya sekedar lambang di Pantai Kaliprau, tapi jugaa harus memiliki peran baik dalam pengamanan, pengelolaan, serta penampung aspirasi masyarakat yang terkait dengan lokasi wisata Pantai Kaliprau” begitulah tanggapan dari Bapak Kapolres Pemalang, Kingkin Winisuda, SH, S.I.K. Senada dengan Bapak Kingkin, Bapak Camat pun mendukung penuh atas berdirinya pos polisi air tersebut, “Dari beberapa kecamatan yang pernah saya pegang, Ulujami adalah kecamatan yang paling berpotensi keunggulannya, salah satunya terdapat di Desa Kaliprau dengan pantainya. Semoga pos polisi air ini dapat bermanfaat banyak bagi wisata Pantai Kaliprau” ujarnya.
DSC_0084
DSC_0103
DSC_0112
DSC_0113
Meskipun disanjung demikian, Bapak Casroni, S.Psi mengaku ini masih merupakan tahap awal dari pembangunan berkelanjutan yang akan beliau terapkan pada area wisata Pantai Kaliprau. Beliau juga berharap rencana tersebut dapat di back-up penuh oleh Polres Pemalang agar mimpi Desa Kaliprau menjadi desa wisata khususnya area pantai dapat segera terealisasi.
DSC_0202
DSC_0132 DSC_0156 DSC_0170 DSC_0175
Acara akhirnya ditutup dengan penandatanganan plakat oleh Bapak Kapolres, makan siang bersama di lantai 2 pos polisi air, serta sesi foto bersama.

Kali prau

Presiden putuskan iuran JKN kelas III dikembalikan jadi Rp25.500

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kelas III dikembalikan ke Rp25.500 per bulan per orang. Keputusan ini diambil setelah banyak pihak yang memprotes kenaikan iuran peserta mandiri seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.
“Kelas III ini memang betul-betul untuk masyarakat dan rakyat bawah yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan dalam Perpres Nomor 19 menjadi Rp30.000 dari Rp25.500, Presiden memutuskan untuk dikembalikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono juga menjelaskan jika peserta BPJS kelas III bisa saja mendapatkan layanan di kelas yang lebih tinggi karena tidak boleh ada diskriminasi. Dengan demikian, yang bersangkutan diperbolehkan di kelas I. “Jadi masuk sebagai anggota iuran kelas III dalam perjalanan ketika di sakit perlu perawatan kelas I sekarang diperbolehkan,” katanya.
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 menyebutkan, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Revisinya, iuran bulanan peserta Kelas I yang awalnya Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, peserta Kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, dan peserta penerima bantuan iuran naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Sementara iuran peserta Kelas III tetap Rp25.500 per bulan.

“Kami melihat dalam kondisi seperti ini maka untuk Kelas III perlu ada perlindungan yang diberikan oleh negara, negara hadir dalam persoalan itu. Hanya untuk Kelas III karena memang paling bawah,” kata Pramono.


indonesia

Presiden putuskan iuran JKN kelas III dikembalikan jadi Rp25.500

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kelas III dikembalikan ke Rp25.500 per bulan per orang. Keputusan ini diambil setelah banyak pihak yang memprotes kenaikan iuran peserta mandiri seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.
“Kelas III ini memang betul-betul untuk masyarakat dan rakyat bawah yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan dalam Perpres Nomor 19 menjadi Rp30.000 dari Rp25.500, Presiden memutuskan untuk dikembalikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono juga menjelaskan jika peserta BPJS kelas III bisa saja mendapatkan layanan di kelas yang lebih tinggi karena tidak boleh ada diskriminasi. Dengan demikian, yang bersangkutan diperbolehkan di kelas I. “Jadi masuk sebagai anggota iuran kelas III dalam perjalanan ketika di sakit perlu perawatan kelas I sekarang diperbolehkan,” katanya.
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 menyebutkan, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Revisinya, iuran bulanan peserta Kelas I yang awalnya Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, peserta Kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, dan peserta penerima bantuan iuran naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Sementara iuran peserta Kelas III tetap Rp25.500 per bulan.

“Kami melihat dalam kondisi seperti ini maka untuk Kelas III perlu ada perlindungan yang diberikan oleh negara, negara hadir dalam persoalan itu. Hanya untuk Kelas III karena memang paling bawah,” kata Pramono.


indonesia

juragan pia dari Pemalang

Walau hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tak lantas menghalangi Satiman menjadi orang sukses. Dari nol, ia merintis usaha kue pia di Pemalang, Jawa Tengah sampai berkembang pesat seperti sekarang. Saat ini, Satiman mempekerjakan lebih dari 300 orang dengan omzet mencapai Rp 950 juta per bulan.

Keinginan untuk mengubah nasib menginspirasi seseorang meraih sukses. Satiman, salah satunya. Pria kelahiran Pangkalpinang, 18 Oktober 1971 ini sukses berwirausaha dengan modal awal: ingin bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Walau hanya lulusan SMP, tak lantas menyurutkan mimpinya berbuat sesuatu yang bernilai bagi orang lain. Baginya, manusia baru bisa bernilai saat dia membawa manfaat untuk orang-orang di sekitarnya. "Manusia itu makhluk sosial sehingga kesuksesannya juga harus bisa dinilai secara sosial," tegas Satiman.

Berangkat dari keprihatinannya terhadap angka pengangguran yang tinggi di negeri ini, pada 2000, Satiman lalu memutuskan untuk membuka usaha kue pia khas Pemalang, Jawa Tengah. "Untuk mengurangi pengangguran butuh kontribusi kita semua," kata dia.

Satiman memilih usaha pia lantaran belum banyak pemainnya. Dengan begitu, peluang pasarnya cukup terbuka. Selain itu, sifat pia yang kering membuat camilan ini bisa tahan lama, sampai satu bulan. Meski begitu, "Tentu tanpa bahan pengawet," ujarnya.

Pia adalah panganan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus tepung, kemudian dipanggang. Di Yogyakarta, kue ini populer dengan sebutan bakpia. Dengan bendera Pia Gemilang Jaya, Satiman menawarkan aneka rasa pia, mulai isi cokelat, keju, kumbu hijau dan hitam.

Saat ini, usaha pianya yang berbasis di Comal, Pemalang, Jawa Tengah mempekerjakan lebih dari 300 karyawan. Saban hari, ia menjual sekitar 8.000 kotak pia isi 10 potong per boks. Dengan harga jual sebesar Rp 3.000 per kotak, Satiman mendapat pemasukan sebanyak Rp 24 juta per hari, atau setidaknya Rp 720 juta sebulan.

Selain memasarkan sendiri, dia juga menjual pia buatannya melalui mitra yang tersebar di sejumlah kota, seperti Semarang, Purwokerto, Magelang, Jombang, Bali, Samarinda, Cilacap, dan Bogor. Dari sini, Satiman mendapatkan tambahan pemasukan per bulan sekitar Rp 200 juta. "Total bisa mencapai Rp 950 juta per bulan," ujarnya. Untuk memproduksi puluhan ribu potong pia, ia menghabiskan sedikitnya 140 zak tepung terigu sehari.

Tetapi, kemampuan Satiman untuk menjalankan bisnis ini tidak datang begitu saja. Sebelum memutuskan membuka usaha pia di Pemalang, ia sempat bekerja di perusahaan pembuatan roti di Jakarta. Mulai sebagai sales hingga staf bagian pembukuan. "Masa-masa itu merupakan periode saya mendapatkan pengalaman yang berharga, baik untuk teknik pemasaran maupun kemampuan mengelola pembukuan," katanya.

Karena memiliki prestasi yang cemerlang, ketika perusahaannya ingin membuka cabang di Semarang, ia pun dipindahkan ke sana pada pertengahan 1990 untuk membantu mengelolanya. Di ibukota Jawa Tengah ini, Satiman mulai bersentuhan dengan bermacam makanan khas Jawa termasuk pia.

Setelah kenyang pengalaman dan keinginan untuk bisa bermanfaat bagi orang banyak, ia memutuskan membuka usaha pia. Ia memilih Pemalang setelah melihat kota tersebut cocok untuk mengembangkan bisnis Pia. Pemalang merupakan salah satu basis pecinta pia. "Akan lebih mudah diterima karena sudah cukup familier," ungkapnya.

Pertimbangan lainnya, di daerah itu, angka pengangguran cukup tinggi. Situasi ini cocok untuk menjalankan misi Satiman: ikut berpartisipasi menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.

Salah satu rahasia kesuksesan Satiman dalam mengembangkan bisnis pianya adalah selalu mengutamakan kualitas produk. Baginya, kenaikan harga bahan baku bukan berarti harus mengurangi kualitas dan rasa. "Tidak masalah kalau keuntungan agak sedikit menurun, yang paling utama pelanggan tidak kecewa," tegasnya.

Itu sebabnya Pia Gemilang Jaya terkenal murah dengan potongan pia ukuran besar dan enak. Tetapi, menurut dia, kunci utama kesuksesannya adalah, jujur, tekun, dan ulet. "Mudah diucapkan memang, namun sulit diterapkan secara konsisten," ucap Satiman.

(Bersambung)

pemalang

Siswa SMK Merdeka Ulujami Lakukan Kunjungan Industri Ke TVRI Yogyakarta

SMK Merdeka Ulujami lakukan kunjungan industri
dipemalang – Dalam rangka kunjungan industri, sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Merdeka Ulujami, Pemalang berkunjung Stasiun Televisi TVRI Yogyakarta di Jl. Magelang KM 4,5 Sleman, Yogyakarta Selasa (15/3/2016). Kedatangan para siswa-siswi ini di sambut hangat oleh Anang Wiharyanto, S.Pt Humas TVRI Yogyakarta.
Dalam kesempatan kunjungan kali ini, Waka Bidang Kurikulum SMK Merdeka Ulujami Abdul Basir, S.Kom mengungkapkan ada 51 siswa yang ikut melakukan kunjungan industri ke Stasiun Televisi Yogyakarta Menurut Abdul Basir, S.Kom “Kunjungan industri ini adalah program wajib yang harus dilakukan oleh setiap siswa-siswi SMK Merdeka Ulujami agar setiap siswa terbuka wawasanya tentang dunia industri hingga pada saatnya nanti saat lulus sekolah mereka sudah siap untuk bekerja di industri sesuai keahlinya” tuturnya.
Siswa SMK Merdeka Ulujami tersebut adalah peserta didik kelas XI dari kejuruan Akuntansi dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Seusai kunjungan ke Stasiun Televisi TVRI Yogyakarta para siswa SMK Merdeka Ulujami diarahkan untuk membuat laporan tertulis tentang apa yang mereka pahami dari lawatan tersebut. Laporan dibuat secara berkelompok dan dipresentasikan. (Red.HP/Reza HP)

Tingkatkan Layanan Imunisasi


DIPEMALANG.COM – Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan persuasi petugas Puskesmas, dan meningkatkan kualitas pelayanan program imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pemalang mengadakan Pertemuan Orientasi Strategi Komunikasi Imunisasi (POSKI) di Hotel Duta Wisata Guci, Selasa dan Rabu (23-24/2/2016).
Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan (PKPL) pada DKK Pemalang, Akhmad Sarifudin,SKM,MM dalam release yang diterima Tim Pemberitaan Bagian Humas Setda Kabupaten Pemalang, menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut.
Menurut Sarifudin, kegiatan komunikasi memiliki beberapa peran penting dalam suksesnya program imunisasi, diantaranya untuk penyebarluasan informasi, “Komunikasi dalam layanan imunisasi adalah berbagi informasi tentang imunisasi”, terangnya.
Selain itu, komunikasi juga berperan dalam proses motivasi kepada orangtua, dan persuasi kepada anggota masyarakat dan kelompok sosial. “memotivasi orang tua agar membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi lengkap, serta menggerakkan dan melibatkan anggota masyarakat dan kelompok sosial untuk mendukung layanan imunisasi”, lanjutnya.
Sarifudin juga mengungkapkan faktor yang mempengaruhi lengkapnya imunisasi yang diterima bayi dan balita, “lengkapnya imunisasi pada bayi dan balita sangat ditentukan oleh kualitas interaksi tenaga kesehatan dan orang tua”, ungkapnya.
Lebih jauh dalam releasenya Sarifudin menjelaskan, Petugas Imunisasi dan KIA memiliki keterbatasan dalam menyampaikan informasi tentang imunisasi, sedangkan Petugas Promkes memiliki keterbatasan pengetahuan menangani imunisasi. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan kapasitas petugas agar saling melengkapi dan terintegrasi.
Peserta kegiatan orientasi berjumlah 44 orang, yang terdiri dari satu orang Petugas Promkes, dan satu orang Petugas Imunisasi, dari 22 Puskesmas se-Kabupaten Pemalang. Adapun narasumber berjumlah lima orang yang berasal dari DKK Pemalang, MUI Cabang Pemalang dan Tim Fasilitator Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Sedangkan metode yang digunakan diantaranya ceramah, tanya jawab, diskusi dan simulasi.

Bupati pemalang Ajak Warga Sholat Gerhana


DIPEMALANG.COM – Bupati Pemalang H. Junaedi mengajak kaum Muslimin Pemalang untuk mengerjakan Sholat Gerhana Matahari (Kusuf), baik secara Munfarid (Sendiri) ataupun Berjamaah. Bupati menyakini Sholat Gerhana merupakan satu bentuk pengakuan dan ketundukan kepada Dzat Yang Maha Mengatur, Allah SWT.
BMKG memperkirakan gerhana matahari di Pemalang dan Jawa Tengah pada umumnya, akan terjadi pada Rabu (9/3), kurang lebih selama 2 jam 15 menit, mulai pukul 06.20 sampai 08.35 WIB.
Bagi warga Pemalang yang ingin menikmati peristiwa yang diperkirakan baru akan terjadi lagi pada tahun 2042, bupati mengingatkan untuk menggunakan cara yang aman. Misalnya menggunakan kacamata khusus atau teleskop yang sudah dilengkapi penyaring cahaya matahari, plastik film hitam putih 35 milimeter yang sudah dicuci atau proyeksi lubang jarum (pin hole).
Terkait dengan disyariatkannya Sholat Gerhana Matahari (Kusuf), maupun Sholat Gerhana Bulan (Khusuf), tidak terlepas dari peristiwa meninggalnya putra Rasulullah Muhammad SAW, Ibrahim, yang bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Waktu itu banyak Sahabat yang menganggap meningalnya Ibrahim menjadi penyebab terjadinya gerhana.
Rasulullah membantah anggapan para Sahabat dalam hadist, “ Dari Al-Mughiroh Bin Syu’bah beliau berkata; Matahari mengalami gerhana pada hari wafatnya Ibrahim (putra Nabi). Maka orang-orang berkata; dia (matahari) mengalami gerhana karena kematian Ibrahim. Maka Rasulullah bersabda; Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat diantara ayat-ayat Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihatnya maka berdoalah, dan sholatlah sampai terang (normal) kembali” (H.R Bukhari).
Gerhana matahari yang akan terjadi di Indonesia pada Rabu (9/3) besok, terbagi menjadi Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS). GMT meliputi wilayah Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu dan Ternate. Adapun yang akan terjadi di Pemalang dan Jawa Tengah adalah GMS
Ajakan bupati untuk mengerjakan sholat gerhana disampaikan Senin (7/3) melalaui ajudan.

LOMBA PEMBUATAN LOGO DI PEMALANG


SAYEMBARA PEMBUATAN LOGO DAN SLOGAN CITY BRANDING KABUPATEN PEMALANG


Dalam era globalisasi saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan antar wilayah yang ada semakin ketat. Wilayah-wilayah yang ada saling berkompetisi dengan tempat lain untuk memperebutkan perhatian, investasi, pengunjung, pembeli, event-event, dan kegemaran. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa kota di dunia mulai menggunakan slogan sebagai media promosi seperti Paris dengan The City of Lights, Macao Welcome You, Bangalore The Silicon Valley of India, Osaka Sports Paradise, Best on Earth in Perth, Brisbane denganAustralia’s New World City, Las Vegas dengan What Happens Here, Stays Here, Kuala Lumpur dengan City of the Future. Di Indonesia sendiri beberapa kota mulai meluncurkan slogan untuk menonjolkan identitasnya. Pada tahun 2001 Kota Yogyakarta menghadirkanpositioning Jogja: The Never Ending Asia. Kota Semarang pada akhir tahun 2006 meluncurkan Semarang The Beauty of Asia, Jakarta dengan Enjoy Jakarta.
Pada tahun yang sama, Kota Surakarta mengusung brand Solo: The Spirit of Java dan tahun 2011 Kota Pekalongan dengan World’s City of Batik. Penggunaan logo dan slogan tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan city branding.
Menurut Chaniago dalam Yuli (2011), city branding adalah proses atau usaha membentuk merek dari suatu kota untuk mempermudah pemilik kota tersebut untuk memperkenalkan kotanya kepada target pasar (investor, tourist, talent, event) kota tersebut dengan menggunakan kalimat positioning, slogan, icon, eksibisi dan berbagai media lainnya.
Memberikan brand pada sebuah wilayah adalah gagasan menemukan atau menciptakan beberapa keunikan yang membedakan satu tempat dari tempat lain dalam rangka untuk mendapatkan nilai brand yang kompetitif. Fungsi city branding tidak hanya mencakup komunikasi pemasaran wilayah secara umum tetapi dapat juga mendukung strategi pengembangan wilayah, seperti pengembangan seni-budaya dan pariwisata, sentra industri dan perdagangan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan masih banyak lagi. Dampak akumulasi dari pengembangan wilayah akan turut memutar roda perekonomian dari masyarakat wilayah tersebut.
City branding pada Kabupaten Pemalang dibutuhkan untuk menonjolkan potensi-potensi yang ada agar Kabupaten Pemalang tidak terlihat sebagai kabupaten perlintasan saja, lebih lanjut harus memiliki ciri khasnya sendiri, yang membedakannya dengan kota dan daerah lainnya, seperti halnya dalam pemasaran produk dalam dunia bisnis dan komersial. Ciri khas tersebut dapat dimanfaatkan untuk ‘menjual’ daerah kepada calon pendatang dari seluruh penjuru dunia.
Tujuan
1.Tujuan diselenggarakannya Sayembara ini adalah untuk menghasilkan desain yang berupa logo dan slogan yang mencerminkan identitas, sejarah, budaya, gaya hidup Kabupaten Pemalang.
2. Sebagai bahan untuk penetapan City Branding Kabupaten Pemalang.
Tema Sayembara
Membangun citra Kabupaten Pemalang yang mencerminkan identitas, sejarah, budaya, dan gaya hidup dengan tetap berpedoman pada motto PEMALANG IKHLAS (Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman dan Sehat).
Peserta Sayembara
Sayembara ini terbuka bagi seluruh berwarga negara Indonesia baik secara individu maupun tim yang bertempat tinggal di Pemalang maupun di luar Pemalang baik dari kalangan mahasiswa, praktisi, akademisi atau masyarakat umum.
Juri, panitia, dan Satuan Kerja Bappeda Kabupaten Pemalang beserta pegawai atau anggota keluarganyatidak diperkenankan mengikuti Sayembara ini.
Batasan Lokasi Sayembara
Lokasi sayembara adalah wilayah Kabupaten Pemalang yang mempunyai luas wilayah sebesar 111.530 Ha. Terletak pada 109o 17’30” – 109 o 40’30” BT dan 8 o 52’30” – 7 o 20’11’’ LS. Wilayah Kabupaten Pemalang terdiri dari 14 kecamatan, 211 desa 11 kelurahan.
Batasan Keluaran Sayembara
Keluaran / produk yang harus dihasilkan oleh peserta sayembara adalah:
  1. Logo
  2. Slogan
  3. Deskripsi atau penjelasan pesan yang disampaikan dalam Logo dan Slogan
Kriteria Sayembara
Dalam kriteria sayembara dibagi menjadi 2 (dua) yaitu kriteria dalam PENYUSUNAN DESAIN LOGO DAN SLOGAN dan kriteria dalam PENILAIAN SAYEMBARA.
Kriteria dalam penyusunan Desain Logo dan Slogan City Branding Kabupaten pemalang terdiridari 4 kriteria yaitu :
  1. Kriteria isi/konten, merupakan kriteria yang berkaitan dengan substansi/isi yang meliputi satu kesatuan yaitu logo dan slogan. Kriteria isi ini meliputi :
    1. Berkaitan dengan 4 aspek paling menonjol dalam pembentukan City Branding Kabupaten Pemalang (sumber daya alam, pertanian, pariwisata dan kebudayaan)
    2. City brand menggambarkan/mencerminkan potensi Kabupaten Pemalang.
    3. City brand harus mengakomodasikan visi pembangunan Kabupaten Pemalang.
    4. Slogan harus jelas dan tidak ambigu.
    5. Slogan yang diberikan orisinil/asli/tidak plagiat.
    6. City Brand mudah dipahami masyarakat luas.
    7. City Brand mudah dijiwai dan dihayati.
    8. City Brand mudah dikenal masyarakat luas.
  2. 2.   Kriteria kata-kata/kalimat, merupakan kriteria yang berkaitan dengan kalimat city branding.
    1. Slogan city branding harus merepresentasikan potensi Kabupaten Pemalang.
    2. Slogan city branding sulit disalah artikan.
    3. Slogan city branding mudah dialih bahasa ke bahasa asing.
    4. Slogan city branding harus berkonotasi positif tentang Kabupaten Pemalang.
    5. Slogan city branding harus harus singkat, jelas dan mudah diucapkan masyarakat luas.
  3. Kriteria bentuk, merupakan kriteria yang berkaitan dengan bentuk gambar/logo.
  4. Desain city branding harus menunjukkan ciri khas Kabupaten Pemalang.
    1. Desain city branding harus mengikuti kaidah prinsip-prinsip desain seperti kesatuan(unity), keseimbangan (balance), proporsi (proportion), irama (rhythm), dominasi(domination).
  5. Kriteria warna, merupakan kriteria yang berkaitan dengan komposisi warna.
  6. Warna yang digunakan mencerminkan karakteristik khas Kabupaten Pemalang.
  7. Warna yang digunakan harus sesuai / cocok dengan maknanya.
  8. Warna yang digunakan memiliki komposisi yang seimbang dan serasi.
Kriteria dalam Penilaian Sayembara adalah sebagai berikut :
  1. Orisinalitas karya.
  2. Relevansi slogan dengan tema.
  3. Kreativitas.
  4. Komposisi antara logo dan slogan (meliputi warna, bentuk gambar, bentuk tulisan dan panjang tulisan).
  5. Penjelasan dari Slogan tersebut.
 Hadiah Sayembara
Pemenang I   : Rp. 10.000.000,- + Trofi dan Piagam Penghargaan
Pemenang II : Rp. 7.500.000,- + Trofi dan Piagam Penghargaan
Pemenang III         : Rp. 5.000.000,- + Trofi dan Piagam Penghargaan
Catatan: Pajak ditanggung pemenang.
Sekretariat Sayembara
Panitia Sayembara Pembuatan Logo dan Slogan City Branding Kabupaten Pemalang: Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Pemalang
Jl. Jend. Sudirman Timur No. 64 Pemalang
Kontak person: Bapak Raharjo,SIP, MAP (087830159147/085842288393)
Email            : citybranding.pemalang@gmail.com
Website       : bappeda.pemalangkab.go.id
Rangkuman Jadwal pelaksanaan sayembara
No
Tahapan
Tanggal (2016)
1.Pengumuman29 Februari – 1 April
2.Pendaftaran dan pengambilan TOR Sayembara29 Februari – 4 April
3.Pemberian penjelasan/technical meeting5 April
4.Pengumpulan hasil karya peserta6 April – 6 Mei
5.Penjurian tahap I9 Mei
6.Pengumuman 10 nominator12 Mei
7.Penjurian tahap II/Presentasi penentuan pemenang 1,2,317 Mei
8.Pengumuman pemenang 1,2,320 Mei (tentatif)
9.Penyerahan hadiah24 Mei (tentatif)
DOWNLOAD :
3. POSTER
POSTER SAYEMBARA CB2

Pilkades 2016 di Pemalang Akan Laksanakan Secara E-Voting

Pemalang-Cakrawalaonline,  Menurut Penuturan Kabag. Tata Pemerintahan pada Setda. Kabupaten Pemalang, Wahyu Sukarno Adi Putra, bahwa dalam Pilkades mendatang akan dilaksanakan secara E-Voting. “Sekitar bulan
September-Oktober(2016) nanti, Pilkades dilakukan secara E-Voting…,” Ungkapnya pada cakrawaonline. Lebih lanjut, Wahyu menyatakan sebanyak 11 desa akan mengadakan Pemilihan Kepala Desa-nya secara Elektronik.
“Antara lain : Desa Warungpring Kecamatan Warungpring, Desa Karangsari
Kecamatan Pulosari, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul, Desa Beluk
Kecamatan Belik, Desa Banjar Anyar Kecamatan Randudongkal, Desa Jebed Utara Kecamatan Taman, Desa Pegundan Kecamatan Petarukan, Desa Kertosari Kecamatan Ulujami, Desa Ujung Gede Kecamatan Ampelgading, Desa Kelang Depok dan Desa Jatirejo Kecamatan Bodeh…,” Bebernya. (Reporter : Slamet SBL).

pemalang

Polwan Polres Pemalang Tangkap Bandar Narkoba

Tribratanewsjateng –  Sat Res Narkoba Polres Pemalang Senin (15/2), berhasil ungkap dan tangkap bandar Narkoba penyuplai jalur pantura Kendal sampai Cirebon.  Penangkapan terhadap seorang bandar sabu – sabu berkelamin perempuan nama EI (46 th) warga Kedungpane Rt 03 Rw 05 Semarang dilakukan di Hotel Regina Pemalang, setelah melalui serangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh Polwan dengan menyamar sebagai pembeli barang haram tersebut, berhasil mulus tanpa perlawanan dan melibatkan beberapa personel Polwan Polres Pemalang.Berawal dari penangkapan terhadap 7 orang pengguna sabu – sabu oleh Sat Narkoba Pemalang Selasa (19/1) di Pagergunung – Ulujami, antara lain : RM als J (19), HP als K (23), ES als B (21), FP (21), AR (22) dan EY (23), serta pengembangan pemeriksaan terhadap seorang lagi  pemakai sabu – sabu MK (40) warga Wanarejan Selatan yang tertangkap pada Jum’at (12/2).Petugas berhasil mengembangkan dan pada awalnya menangkap  2 (dua) orang bandar Narkoba yakni AD (35) dirumahnya Perum Saphire Beji dan U als. Y als. H (39) juga ditangkap di rumahnya di Perum Jeruk Sampangan – Pekalongan Timur.Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa kedua bandar tersebut merupakan penyuplai wilayah Kendal, Batang, Pekalongan dan Pemalang, adapun sabu – sabu dimaksud diperoleh membeli dari seorang dengan inisial “ I “ merupakan Napi kasus Narkoba di LP Nusakambangan, dan membeli dari bandar seorang perempuan nama EI (40) alamat Kedungpane – Semarang.Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda, S.H., S.I.K., melalui Wakapolres Kompol Prawoko, S.E., menegaskan bahwa dari penangkapan terhadap 7 (tujuh) pemakai dan 2 (dua) orang bandar diatas, kemudian petugas berhasil menangkap seorang bandar lainnya lagi yaitu EI.Proses penangkapan diawali dengan penyamaran oleh Polwan yang memesan sabu – sabu dan mengarahkan tempat untuk bertransaksi yaitu di Hotel Regina. Setelah sepakat dan EI yang telah memboking kamar 121 Hotel Regina, lalu menghubungi petugas yang menyamar, maka langsung dilakukan penggrebekan dengan melibatkan beberapa personel Polwan. EI berhasil ditangkap tanpa perlawanan dan dari tanganya berhasil disita barang bukti berupa : dua paket sabu – satu masing – masing seberat 0,68 gram dan 0,84 gram, Dua HP berikut Sim Card, Timbangan digital, Bong sabu dan Satu Unit Sedan“Dari pengakuan tersangka bahwa yang bersangkutan merupakan penyuplai sabu – sabu wilayah pantura dari Kendal sampai Cirebon, dan memperoleh Narkotika jenis sabu dari Napi di Nusakambangan dan bandar besar dengan inisial M di Apartemen Mediterania Jakarta,” ucap Prawoko.Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal Pemakai dijerat dengan Pasal : 127 ayat  (1) huruf a UURI No. 35 Tahun 2009 tentang NNARKOTIKA dengan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun, dan Bandar dijerat dengan pasal : 114 ayat (1) UURI Nomor. : 35 Tahun 2009 tentang NARKOTIKA, dengan sanksi pidana : dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit  Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).Guna kelancaran proses penyidikan / pengembangan pemeriksaan, seluruh tersangka di tahan di Rutan Polres Pemalang.

Jateng


Ziarah Untuk Doakan Para Leluhur dipemalang



DIPEMALANG.COM – Sebagaimana tradisi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Pemalang selama ini, menjelang peringatan hari jadi Kabupaten Pemalang, digelar ziarah kubur untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah berjasa besar dalam meletakkan dasar – dasar yang kokoh dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan penanaman nilai – nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Pemalang. Hal ini disampaiakan Bupati Pemalang,H.Junaedi,SH,MM saat melakukan ziarah kubur di makam leluhur Suronatan yang terletak di belakang Masjid Agung Pemalang, Jumat, (22/1/2016.
“Mereka telah memimpin dan membina serta membangkitkan semangat juang masyarakat dalam membangun Pemalang, sekaligus mampu mengatasi berbagai permasalahan yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman”. Kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak semua yang hadi untuk mendoakan arwah para leluhur, seraya berharap semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh para leluhur Kabupaten Pemalang. Dan meridhoi setiap amal ibadah yang pernah dikerjakan serta menempatkan mereka pada tempat terbaik di sisi-Nya.
“Dan semoga kita yang ditinggalkan diberi kemudahan dan kemampuan untuk membangun Pemalang ke arah yang lebih baik”. Harap Bupati.
Sementara ditempat ziarah, RM Margono Suryokusumo, selaku ahli waris keturunan ke 7 dari mantan Bupati ke 15 Surohadi Kusumo menjelaskan, di dalam makam leluhur tersebut, terdiri dari makam mbah Nur Kalam, yakni pendiri Masjid Agung, selanjut ada makam syeh Yasin, kemudian ada makam 10 mantan Bupati Pemalang beserta ahli warisnya.
Ziara dipimpin oleh ketua pengurus makam Suronatan KH. Tohir toyib dan diikuti Fokorpimda Kabupaten Pemalang, Sekda Kabupaten Pemalang beserta pimpinan SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta para ahli waris makam Suronatan

Pemalang

Babinsa Koramil 05/Ulujami melaksanakan kegiatan Karja Bakti bersama masyarakat desa Bumirejo

Babinsa Koramil 05/Ulujami melaksanakan kegiatan Karya Bakti bersama masyarakat desa Bumirejo pada Senin 28 Sept 2015 sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap desa binaannya, bentuk kegiatan tersebut guna memperbaiki jalan desa yang rusak. Adapun tujuan kegiatan tersebut antara lain untuk mendukung transportasi perekonomian warga juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam memelihara lingkungan, hal ini ditegaskan Babinsa Sertu Mulyono anggota Koramil 05/Ulujami, saat kerja bakti sedang berlangsung.
          Sebagai salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melalui program TNI manunggal dengan rakyat dengan begitu rasa kepedulian terhadap rakyat dikembangkang, salah satunya dengan mengadakan Karja Bakti, Untuk menyukseskan hal tersebut, maka Kodim 0711/Pemalang senantiasa menjalin hubungan baik dengan Masyarakat di wilayah Kecamatan Ulujami.Oleh karena itu sebagai bentuk kontribusi yang nyata, koramil 05/Ulujami, Kodim 0711/Pemalang melaksanakan kegiatan karya bakti guna membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Pemalang.

Cerita rakyat, asal-usul Gunung Slamet

Dipemalang.com - Gunung Slamet yang terletak di perbatasan Kabupaten Tegal, Pemalang, Brebes, Banyumas dan Purbalingga itu kembali menggeliat setelah lama tertidur sejak Mei 2009 lalu.

Kemarin, Gunung berketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini naik statusnya dari Normal menjadi Waspada. Warga di sekitar radius dua kilometer-pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas.

Bercerita tentang gunung, selalu ada mitos dan cerita rakyat yang berkembang. Tak ubahnya Gunung Slamet, gunung yang masuk di posisi kedua tertinggi di Indonesia setelah Gunung Semeru itu juga memiliki cerita sendiri.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat yang dihimpun Sindonews, Gunung Slamet pertama kali diberi nama oleh Syeh Maulana Maghribi, seorang penyebar agama Islam yang berasal dari negeri Rum-Turki. Di sana, dia merupakan seorang pangeran.

Suatu hari, setelah melaksanakan ibadah salat Subuh, Syeh Maulana melihat cahaya misterus yang menjulang tinggi di angkasa. Sang Pangeran itu merasa tertarik dan ingin mengetahui sumber cahaya misterius itu. 

Beliau-pun memutuskan untuk menyelidikinya sembari menyebarkan agama Islam dengan ditemani pengikutnya yang sangat setia, bernama Haji Datuk, serta ratusan pengawal kerajaan. Mereka berlayar menuju ke arah sumber cahaya misterius. 

Namun, ketika kapal yang ditumpanginya tiba di pantai Gresik, Jawa Timur, tiba-tiba cahaya tersebut muncul kembali  di sebelah barat. Dia pun memutuskan untuk ke arah barat hingga sampai di pantai Pemalang, Jawa Tengah.

Di pantai Pemalang, Syeh Maulana menyuruh hulu balangnya untuk pulang ke Turki. Sementara beliau melanjutkan perjalanannya dengan ditemani Haji Datuk dengan berjalan kaki ke arah selatan sambil menyebarkan agama Islam. 

Ketika cahaya tersebut melewati daerah Banjar, tiba-tiba beliau menderita sakit gatal di sekujur tubuhnya dan penyakit gatalnya itu pun sulit disembuhkan. 

Suatu malam, setelah menjalankan salat tahajjud, Syeh Maulana mendapat ilham jika beliau harus pergi ke Gunung Gora. Setibanya di lereng Gunung Gora, beliau meminta Haji Datuk untuk meninggalkannya sendiri dan menunggu di suatu tempat yang mengeluarkan kepulan asap. Ternyata di situ ada sumber air panas yang mempunyai tujuh buah pancuran. Syeh Maulana memutuskan tinggal di sana untuk berobat dengan mandi secara teratur di sumber air panas yang memiliki tujuh buah mata air. 

Berkat kemanjuran air panas itu, akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh total. Kemudian Syeh Maulana memberi nama tempat ini menjadi Pancuran Tujuh. 

Penduduk sekitar menyebut Syeh Maulana dengan nama Mbah Atas Angin karena datang dari negeri yang jauh. Kemudian Syeh Maulana Maghribi memberi gelar kepada Haji Datuk dengan sebutan Rusuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia). 

Sementara desa itu kemudian dikenal dengan sebutan Baturadi yang lama kelamaan menjadi Baturaden yang dalam penulisannya menggunakan satu "R" yaitu: Baturaden. Karena Syeh Maulana mendapat kesembuhan penyakit gatal dan keselamatan di lereng Gunung Gora maka beliau mengganti nama menjadi Gunung Slamet.

(Diolah dari berbagai sumber)

xxx