Business
Technology
Life & style
Games
Sports
Fashion
Info
Presiden putuskan iuran JKN kelas III dikembalikan jadi Rp25.500
By: dipemalang on 03.06.00 / comment : 0 Berita, Info, Kesehatan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan iuran
peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kelas III dikembalikan
ke Rp25.500 per bulan per orang. Keputusan ini diambil setelah banyak
pihak yang memprotes kenaikan iuran peserta mandiri seperti yang
tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.
“Kelas III ini memang betul-betul untuk masyarakat dan rakyat bawah yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan dalam Perpres Nomor 19 menjadi Rp30.000 dari Rp25.500, Presiden memutuskan untuk dikembalikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono juga menjelaskan jika peserta BPJS kelas III bisa saja mendapatkan layanan di kelas yang lebih tinggi karena tidak boleh ada diskriminasi. Dengan demikian, yang bersangkutan diperbolehkan di kelas I. “Jadi masuk sebagai anggota iuran kelas III dalam perjalanan ketika di sakit perlu perawatan kelas I sekarang diperbolehkan,” katanya.
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 menyebutkan, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Revisinya, iuran bulanan peserta Kelas I yang awalnya Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, peserta Kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, dan peserta penerima bantuan iuran naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Sementara iuran peserta Kelas III tetap Rp25.500 per bulan.
“Kami melihat dalam kondisi seperti ini maka untuk Kelas III perlu ada perlindungan yang diberikan oleh negara, negara hadir dalam persoalan itu. Hanya untuk Kelas III karena memang paling bawah,” kata Pramono.
indonesia
“Kelas III ini memang betul-betul untuk masyarakat dan rakyat bawah yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan dalam Perpres Nomor 19 menjadi Rp30.000 dari Rp25.500, Presiden memutuskan untuk dikembalikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono juga menjelaskan jika peserta BPJS kelas III bisa saja mendapatkan layanan di kelas yang lebih tinggi karena tidak boleh ada diskriminasi. Dengan demikian, yang bersangkutan diperbolehkan di kelas I. “Jadi masuk sebagai anggota iuran kelas III dalam perjalanan ketika di sakit perlu perawatan kelas I sekarang diperbolehkan,” katanya.
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 menyebutkan, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Revisinya, iuran bulanan peserta Kelas I yang awalnya Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, peserta Kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, dan peserta penerima bantuan iuran naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Sementara iuran peserta Kelas III tetap Rp25.500 per bulan.
“Kami melihat dalam kondisi seperti ini maka untuk Kelas III perlu ada perlindungan yang diberikan oleh negara, negara hadir dalam persoalan itu. Hanya untuk Kelas III karena memang paling bawah,” kata Pramono.
indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan iuran
peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kelas III dikembalikan
ke Rp25.500 per bulan per orang. Keputusan ini diambil setelah banyak
pihak yang memprotes kenaikan iuran peserta mandiri seperti yang
tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.
“Kelas III ini memang betul-betul untuk masyarakat dan rakyat bawah yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan dalam Perpres Nomor 19 menjadi Rp30.000 dari Rp25.500, Presiden memutuskan untuk dikembalikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono juga menjelaskan jika peserta BPJS kelas III bisa saja mendapatkan layanan di kelas yang lebih tinggi karena tidak boleh ada diskriminasi. Dengan demikian, yang bersangkutan diperbolehkan di kelas I. “Jadi masuk sebagai anggota iuran kelas III dalam perjalanan ketika di sakit perlu perawatan kelas I sekarang diperbolehkan,” katanya.
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 menyebutkan, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Revisinya, iuran bulanan peserta Kelas I yang awalnya Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, peserta Kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, dan peserta penerima bantuan iuran naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Sementara iuran peserta Kelas III tetap Rp25.500 per bulan.
“Kami melihat dalam kondisi seperti ini maka untuk Kelas III perlu ada perlindungan yang diberikan oleh negara, negara hadir dalam persoalan itu. Hanya untuk Kelas III karena memang paling bawah,” kata Pramono.
indonesia
“Kelas III ini memang betul-betul untuk masyarakat dan rakyat bawah yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan dalam Perpres Nomor 19 menjadi Rp30.000 dari Rp25.500, Presiden memutuskan untuk dikembalikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Pramono juga menjelaskan jika peserta BPJS kelas III bisa saja mendapatkan layanan di kelas yang lebih tinggi karena tidak boleh ada diskriminasi. Dengan demikian, yang bersangkutan diperbolehkan di kelas I. “Jadi masuk sebagai anggota iuran kelas III dalam perjalanan ketika di sakit perlu perawatan kelas I sekarang diperbolehkan,” katanya.
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 menyebutkan, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Revisinya, iuran bulanan peserta Kelas I yang awalnya Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, peserta Kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, dan peserta penerima bantuan iuran naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Sementara iuran peserta Kelas III tetap Rp25.500 per bulan.
“Kami melihat dalam kondisi seperti ini maka untuk Kelas III perlu ada perlindungan yang diberikan oleh negara, negara hadir dalam persoalan itu. Hanya untuk Kelas III karena memang paling bawah,” kata Pramono.
indonesia
Skema pembuatan SIM di pemalang
By: saiki on 18.39.00 / comment : 0 Info
SIAPA bilang bisnis besar harus dimulai dengan modal besar? Haryono, Owner Rotiqu yang mempunyai dua pabrik produksi, 120 karyawan dan 7 cabang toko roti ternyata memulai bisnis rotinya dengan hanya bermodalkan kardus!
“Ini benar-benar kisah nyata dan bukan omong ksong, saya memang tidak pake modal uang besar dan hanya modal kardus saat memulai bisnis ini, saya memang terbiasa nekat,’’ ujar Haryono mengawali perbincangan di ruang tamu dengan para tamunya yang takzim mendengarkan kisah inspiratifnya.
Pemuda Nekat! Itu satu kata untuk menggambarkan Haryono, pengusaha muda kelahiran Batang 24 Okktober 1986. Usianya mmeang masih muda tapi kenekatannya seperti jauh melampaui usianya, dan mengantarkannya melesat dengan bisnisnya yang kini sudah memberikan manfaat bagi ratusan orang termasuk tetangganya.
Kenekatanya dimulai saat dia baru saja lulus dari SMK Dwija Praja Pekalongan Tahun 2006, saat itu dia masih luntang-lantung dan belum punya pekerjaan diapun nekat menikahi isti Denu Purwati dengan motivasi sebuah keyakinan bahwa dengan menikah Allah akan memenuhi rezekinya.
Setelah menjadi kepala keluarga di usinya yang masih 20 tahun, Haryono mulai berbisnis dengan menjadi sales menjualkan kue brownies ke warung-warung. Kerja kerasnya menjadi sales berkembang , dia pun kemudian merekrut karyawan untuk jadi salesnya. Penjualan kue brownies memang berkembang pesat, namun perjalanan selanjutnya ternyata tak mudah. Bisnis penjualan browniesnya bangkrut karena uang hasil penjualan di agen-agen macet. Diapun terpaksa menutup bisnis penjualan browniesnya.
Berbekal Kardus
Di tengah kejatuhannya, Haryanto tak mau menyerah, dia mendapatkan ide untuk menjualkan kue hasil produksi UKM di sekitarnya. Konsep inilah yang kemudian jadi cikal bakal bisnisnya sekarang. Diapun membeli kardus roti yang masih kosong karena belum ada merknya, berbekal kardus itu, dia menawarkan diri menjual aneka roti hasil karya UKM-UKM di sekitar Batang. Dia menitipkan roti dan brosur ke agen-agen yang dulu menjual browniesnya.
Sedikit demi sedikit dia mendapatkan order dari mulai order dua kardus, lima sampai kemudian ada yang memesan roti sampai 400 kardus. Diapun nekat, meski tak memproduksi roti sendiri dia terima order itu. Namun dia kurang beruntung, pada saat bersamaan UKM yang memproduksi roti itu tutup karena waktu itu menjelang lebaran.Diapun kemudian nekat menaikkan harga pembelian kepada para UKM itu sebagai wujud tanggungjawabnya kepada pembeli. Alhasil pesanan itu bisa dipenuhi namun dia rugi total karena harga kulakan roti membengkak dua kali lipat, usahanya TUTUP!.
Haryono yang membutuhkan uang untuk makan anak istrinya kemudian terpaksa menjadi karyawan di kedai kebab milik adiknya . Namun dia masih belum kapok untuk melanjutkan usaha rotinya..Sambil bekerja di kedai milik adiknya, diapun terus memutar otak untuk kembali melanjutkan penjualan rotinya.
Delivery Order Gratis
Saat mempunyai modal Rp 300 ribu, diapun kemudian membeli mixer dan beberapa peralatan bekas untuk membuat roti . Dia kemudian merekrut orang yang bisa membuat roti karena dia sama sakali tidak bisa membuat roti. Mulailah dia membuka kembali usaha rotinya dengan merk “Nafisa” yang merupakan nama anaknya. Diapun mulai menjual donat hasil produksinya. Dia membuka layanan delivery order secara gratis . Meskipun hanya beli satu kardus dengan alamat jauh, seperti di Kedungwuni Kabupaten Pekalongan padahal rumah produksi ada di Batang, dia tetap mau mengantarkkan.
Keuletannya dalam menawarkan rotinya berbuah, diapun mendapatkan pesanan besar yaitu sekitar 750kardus.Tak mau mengulangi kegagalannya, diapun tiga hari tiga malam tidak tidur untuk menunggui karyawannya membuat roti. “Alhamdulillah ordernya bisa dipenuhi dengan baik, sejak itu pesanan terus mengalir,’’ ujarnya.
Setelah rotinya makin laris, Haryono kemudian memikirkan brand untuk rotinya, merk Nafisa kemudian diubah menjadi Rotiqu karena dia mengaku sering menyebut Rotiqu Nafisa dan nama Rotiqu kemudian dipilih karena lebih simpel.Rotiqu terus berkembang, jumlah karyawan terus bertambah, begitu jjuga dengan fariasi rotinya. Hinga kini, dia mempunyai dua pabrik , dan 7 cabang di Batang , Pekalongan dan Pemalang serta mempunyai 120 karyawan dengan usia dia yang masih 29 tahun.
Haryono mengaku tak pernah banyak pertimbangan, saat punya ide bisnis maka dia langsung melakukannya dan tak pernah berpikir risiko. Termasuk dalam mengembangkan Rotiqu saat ini.”Saya sering tiba-tiba bikin 10.000 kardus roti padahal saya belum tahu mau diisi apa rotinya, saya hanya tahu konsep kardusnya saja,’’ ujarnya sambil tersenyum.
Tanpa keberanian dan keyakinan mimpi punya bisnis besar tak akan pernah tercapai selain juga perlu kerja keras. Haryono menggarisbawahi pentingnya enam hal yang harus dimiliki seorang pebisnis yaitu niat , mimipi , tantangan, jujur, ulet, sabar dan tanggungjawab. ‘’Keenam hal itu harus dimiliki jika ingin sukses berbisnis,’’ tandasnya.
Tak Bisa Buat Roti
Enam hal itu kata dia cukup, termasuk jika seseorang bahkan tak punya kemampuan di bidang bisnis yang digelutinya. Dia mencontohkan dirinya yang tak tahu menahu soal membuat roti. Bahkan sampai saat dia sudah punya dua pabrik produksi roti, dia juga mengaku tak bisa membuat roti. Lalu bagaimana untuk mengontrol kualitasnya, jika tak menguasai produksi? Dia mengaku mengandalkan lidah konsumennya untuk menjaga kualitas rotinya. ‘’Jadi ukuran saya sederhana, jika penjualan terus meningkat dan laris, berarti roti saya enak,’’ ujarnya sambil tersenyum.
Dia juga mengaku tak khawatir jika ada karyawannya yang kemudian keluar dan membuat sendiri bisnis roti serta menjadi pesaingnya. Dia mengaku senang bahkan dia mengharapkan karyawannya agar juga jadi pengusaha dan tidak puas dengan jadi buruh.
Skema Pelaporan Laka Lantas
By: saiki on 18.46.00 / comment : 0 Info
Apabila anda merasa bingung dan ingin mengetahui bagaimana tata cara dalam memproses penanganan dan penyelesaian perkara laka lantas, berikut ilustrasi nya
Langganan:
Postingan (Atom)
xxx
Popular Post
-
Menurut cerita orang tua Dahulu di sebuah desa di wilayah Pemalang bagian selatan, tumbuh sebuah pohon randu yang sangat besar sekali. Pa...
-
Alamat : Komplek Ruko Pasar Ulujami No. 22 Blok B Barat, Pemalang, Jawa Tengah No. Telepon : 0285 – 4473086 Call Center BRI : Call ...
Author
Popular
-
MISI: Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuan...
-
Kantor Alamat Bank BRI KCP COMAL Ruko Comal Regency, Jl. Ahmad Yani - Comal, K, Kab. Pemalang Jawa Tengah - 52312 Telp: 0285-577636 B...
-
I. Pengertian Kalirandu adalah desa di kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Masyarakat Kalirandu umumnya bermata...
-
SIAPA bilang bisnis besar harus dimulai dengan modal besar? Haryono, Owner Rotiqu yang mempunyai dua pabrik produksi, 120 karyawan dan ...
-
Menurut cerita orang tua Dahulu di sebuah desa di wilayah Pemalang bagian selatan, tumbuh sebuah pohon randu yang sangat besar sekali. Pa...
-
Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pem...
-
Profil Desa Provinsi Jawa Tengah Kabupaten/Kota Pemalang Kecamatan Comal Desa/Kelurahan Susukan Alamat Kantor Desa Jalan Raya Pasar ...
-
Apabila anda merasa bingung dan ingin mengetahui bagaimana tata cara dalam memproses penanganan dan penyelesaian perkara laka lantas, berik...
-
TABUNGAN BRI JUNIO Merupakan produk Tabungan BRI yang ditujukan khusus kepada segmen anak dengan fasilitas dan fitur yang menarik bag...













Comments
Archive